11 Caro Cadiak, Pandai pandeka.api@gmail.com Angko-angko agak bara -

Cerita di Balik Kata, Kisah di Balik Bahasa

Sabtu, 29 Agustus 2015

Zhan Long Bagian 9 - Raja Beruang Duri



Kubuka peta, tapi karena batas level, aku hanya bisa melihat sebagian kecil dari daerah yang ada di sekitar desa. Di balik itu kosong belaka. Setelah merenungkannya, aku memutuskan untuk menuju timur laut.

Di sana cukup jauh dari Desa Rumput Anjing dan juga sedikit pemain. Jika sebagai dukun aku dibunuh diam-diam, mungkin akan langsung mati.

Zhan Long Bagian 8 - Pedang Prahara


Zing!

Aku terpaku dan girang pada saat yang bersamaan. Akhirnya, si pemula jadi pro! Di dalam permainan ini benar-benar bisa membuat sebuah jurus! Keren! Jika menggunakan pedang, daya serangku akan meningkat sebanyak 10%. Jurus ini bisa dikatakan sangat kuat. Walau daya serangku sekarang hanyalah 6-6 dan peningkatan 10% masih belum akan terlihat. Nanti, setelah mendapatkan tenaga dan kekuatan yang lebih kuat, efeknya akan sangat besar. Pengaruh (buff) ini sangat bagus. Apalagi, senjata yang akan kugunakan nanti haruslah sejenis pedang. Kalau tidak, jurus ini akan sia-sia.

Zhan Long Bagian 7 - Menciptakan Jurus Baru



Menuju jalan masuk desa, aku berhenti sesaat yang kemudian ditabrak dari belakang oleh para pengamuk yang membawa kapak mereka. Sepertinya mereka begitu bersemangat untuk membunuhi Anjing Rumput.

Dengan tenaga yang tak sebanding dengan yang lain, aku menahan diri untuk tidak melakukan hal yang sama.

Zhan Long Bagian 6 - Xiao Yao dan Dunia


Keesokan harinya, jam sebelas siang, masih satu jam sebelum <Kismat> resmi dibuka. Aku berada di kamar sambil memakan nasi kotak bersama Mata Empat, hanya untuk menunggu waktu berlalu. Terlebih, aku berhasil mengetahui semua detail dari si Mata Empat. Sepertinya dia adalah operator pada sebuah situs daring yang membuka beberapa pasar gelap dengan penghasilan mencapai 10.000 yuan. Dia membayar 3.000.000 yuan untuk bisa kuliah di ULH. Alasannya untuk kuliah adalah agar menjadi terpelajar dan pandai. Bagaimanapun aku melihat, sepertinya dia hanya ingin bermain-main di sini selama empat tahun, lalu mati membusuk setelah lulus, sama sepertiku.

Zhan Long Bagian 5 - Ras dan Golongan



Siang harinya, aku bicara lewat telepon dengan Lin Tian Nan. Isi percakapannya sederhana – dia menyuruhku untuk bersama Lin Wan Er dengan tujuan melindunginya. Ditambah, aku harus menjauhkan semua laki-laki di seluruh kampus itu, jika ada yang berani mendekatinya, tanpa terkecuali. Jika tidak sanggup, aku harus segera melapor. Pastinya, kalimat terakhir lebih ditekankan, yang artinya aku tak boleh memiliki perasaan apa pun pada Lin Wan Er. Pada saat yang bersamaan, dia juga berpikiran bahwa Lin Wan Er tak akan menganggapku sama sekali, sehingga tak terlalu menjadi masalah. Hal ini membuat harga diriku terinjak-injak.

Asrama Universitas Liu Hua sangat bagus. Tiap kamar diisi oleh dua orang. Tempat tidur dan keperluan sehari-hari diberikan lengkap. Saat duduk di dalam kamar yang luas itu, aku akhirnya menyadari mengapa Pak Wang begitu ketat tentang pembayaran uang kuliah – tidak mungkin kampus seperti ini memakan biaya kurang dari puluhan ribu.

Kesulitan Membaca di Blog Ini?

Bagi kamu yang kesulitan membaca dengan format yang sekarang dan ingin mengubahnya atau mau lebih nyaman lagi, bisa klik alamat ini untuk tahu caranya.

Ingin Gabung?

Jika ada yang ingin bergabung sebagai penerjemah atau penyunting, baik itu untuk proyek yang ada atau pun proyek milik sendiri/baru, silakan hubungi kami.

Populer Seminggu Ini

Diubah oleh Pandeka Api. Diberdayakan oleh Blogger.