11 Caro Cadiak, Pandai pandeka.api@gmail.com Angko-angko agak bara -

Cerita di Balik Kata, Kisah di Balik Bahasa

Sabtu, 12 Desember 2015

MK - 4

Penerjemah: Pandeka Api
Penyunting: Pandeka Api
---------------------------------------------------
Bab 4 – Perhelatan

Kota Awan Apung merupakan kota terkecil di Kekaisaran Angin Biru. Saking kecilnya sampai tak pantas disebut dengan kota; mungkin desa besar akan lebih tepat. Awan Apung tidak hanya yang paling kecil, tetapi juga secara geografis terletak paling jauh. Populasi, ekonomi, dan bahkan rata-rata tingkat tenaga dalamnya terendah dari yang terendah. Akhir-akhir ini, penduduk Awan Apung sering menyebut diri mereka sebagai sudut yang terlupakan dari Kekaisaran Angin Biru.

Hari ini, Awan Apung terlihat meriah karena pernikahan Xiao Che dan Xia Qingyue. Tak akan ada yang peduli jika itu hanya pernikahan Xiao Che, namun pernikahan Xia Qingyue merupakan sebuah kabar hangat di Awan Apung.

Klan Xia bukanlah sebuah klan yang melatih generasinya untuk menjadi ahli tenaga dalam, melainkan sebuah klan yang bergerak di bidang usaha dan dagang. Walau mereka tidak bisa dikatakan sebagai klan terkaya di antara klan lain yang ada di Kekaisaran Angin Biru, tetapi di antara klan termakmur di Awan Apung, Klan Xia berada di puncak. Bagaimanapun, ini bukan berarti kalau Klan Xia lemah. Dengan kekayaan yang melimpah, mereka mampu membayar para ahli sebagai pelindung.

Pemimpin Klan Xia punya dua orang anak: Xia Yuanba dan Xia Qingyue, namun keduanya tak tertarik dalam keahlian klan mereka. Mereka fokus dalam melatih tenaga dalam. Xia Hongyi tak pernah menentang keinginan anak-anaknya dan malah membiarkan mereka untuk melanjutkan. Setelah Qingyue mengejutkan Awan Apung dengan bakatnya, lebih tak mungkin untuk menghambat laju pertumbuhannya. Dikarenakan anugerah besar yang didapat oleh Qingyue, setiap keluarga besar di Awan Apung menjaga sikap mereka. Bagaimana tidak? Karena bisa dipastikan kalau Qingyue dapat mencapai Tenaga Alam Bumi atau bahkan Tenaga Alam Langit. Pada saat itu, Klan Xia tidak hanya menjadi yang terkaya di Awan Apung, tetapi juga yang paling kuat.

Namun, Klan Xia membiarkan gadis terhebat di kota untuk menikahi Xiao Che, seorang yang tak berguna dan bermasa depan hampa. Siapa bisa menebak, betapa banyak orang yang sangat kecewa dengan hal tersebut. Tentu, banyak pula yang merasa iri, dengki, dan benci.

Karena ini adalah pernikahan putri dari Klan Xia, tentu saja acaranya sangat megah. Begitu keluar, Xiao Che tiba di atas karpet merah yang membentang panjang hingga ke gerbang masuk. Karpet merah ini adalah awal mula untuk Klan Xiao dan terus menuju ke kediaman Klan Xia.

Saat kelompok mempelai dari Klan Xiao muncul, jalan di Kota Awan Apung menjadi berisik. Jalan-jalan dipenuhi oleh penonton dari kedua sisi jalan. Ketika Xiao Che turut berjalan bersama kelompoknya, terdengar berbagai jenis bisikan dari keramaian yang mencapai telinganya.

“Lihat! Dialah cucu dari Tetua Kelima Klan Xiao. Kudengar bahwa Pembuluh Tenaga Dalamnya rusak dan selama hidup tak akan pernah mampu mencapai tingkat satu Tenaga Alam Rendah sekali pun.”

“Oh, ini pertama kali aku melihatnya langsung.”

“Bukan hal yang luar biasa jika kau tak pernah melihatnya; dengan kakek yang begitu keras kepala dan kenyataan bahwa dia juga tak berguna, apakah masih punya muka untuk pergi keluar? Oh, Xia Qingyue benar-benar akan menikah dengannya. Takdir sungguh buta!”

“Menurut kabar, ayahnya, Xiao Ying, dan Xia Hongyi menjadi saudara angkat setelah Xiao Ying menyelamatkan hidup Xia Qingyue dengan menggunakan sebagian besar tenaga dalamnya. Hongyi kemudian berjanji bahwa putrinya, saat mencapai umur enam belas tahun, akan menjadi menantu Ying. Tak lama kemudian, terjadi pembunuhan terhadap Ying. Karena keadaannya yang masih lemah, dia tak bisa melawan balik. Berita ini seperti petir menyambar di atas kepala Hongyi dan dia merasa sangat bersalah. Sekarang, Qingyue sudah berumur enam belas tahun dan walau putra Ying ada seorang bodoh, Hongyi tak pernah berniat untuk mengingkari janji karena rasa bersalah dan terima kasih. Jika bukan karena itu, bagaimana mungkin si tolol itu punya kesempatan untuk menikahi Qingyue?”

“Apa! Qingyue adalah harta berharga bagi kota kita! Jika bukan karena statusnya sebagai cucu Tetua Kelima Klan Xiao, lumpur saja masih lebih baik. Aku mungkin seratus kali lebih kuat darinya. Dunia ini tak adil!”

“Dewi impianku akan menikahi orang tak berguna itu. Aku lebih baik mati daripada menerima kenyataan ini! Ah!”

Xiao Che yang sedang menunggangi kuda menatap dengan tenang yang menyatakan bahwa karakternya sangat dalam. Mimik wajahnya begitu tampan dan memancarkan sirna kewibawaan. Rambut panjangnya berkibar dibalut dengan pakaian mempelainya yang merah dan tubuhnya memperlihatkan kegagahan. Bisikan dari keramaian berisikan caci maki, namun semua iri, dengki, ejekan, dan hinaan tersebut tak berpengaruh sedikit pun. Dia seolah tak melihat keramaian ini. Sebuah senyum lebar terlihat di wajahnya. Tak banyak yang tahu berapa banyak gadis terpana hatinya karena semua itu.

Walau tenaga dalam Xiao Che berada paling bawah, tampangnya tidaklah buruk. Bahkan bisa dikatakan lebih tampan dari Xiao Yulong. Ditambah dengan jarang keluar rumah karena tenaga dalam yang rendah, membuat kulitnya tetap putih. Sungguh kesukaan banyak para gadis!

Jadi, meskipun banyak pemuda yang membenci Xiao Che hingga membuat gigi mereka ngilu, dalam hati, mereka terpaksa mengakui penampilan Xiao Che, seolah juga pantas untuk Xia Qingyue.

“Kupikir si Xiao Che itu akan berada dalam kereta, namun tak disangka menunggangi kuda. Dengan sifat yang begitu, semua berita tentangnya seolah tak benar.”

“Cih! Si tak berguna itu akan menikahi gadis nomor satu di Awan Apung. Tentu saja, dia tak akan malu.”

“Kudengar tuan muda dari Klan Yuwen, juga tuan muda dari keluarga lainnya sangat menginginkan Qingyue. Menurutmu, apa mungkin perhelatan ini akan dibatalkan?”

“Ha! Xiao Che bukan apa-apa, tetapi kakeknya adalah Xiao Lie. Semua ahli di Awan Apung harus menghormatinya. Putranya sudah tiada dan hanya punya satu cucu laki-laki dan sangat menyayangi cucunya tersebut. Jika ada yang berani berbuat masalah, mereka akan merasakan kemurkaan Xiao Lie. Siapa pun yang berani akan mati! Ditambah, pernikahan ini bukanlah paksaan. Siapa juga yang berani meminta kemarahan Klan Xia? Menurutku, saat ini, semua pemuda yang mungkin benar-benar akan mengganggu perhelatan ini, dikurung rapat di rumah oleh keluarga mereka.”

Perhelatan ini berjalan dengan santai; tak cepat, tak pula lambat. Perjalanan yang menempuh sepuluh mil membutuhkan waktu hampir satu setengah jam.

“Bang Ipar!”

Seketika dia melihat jalan masuk utama ke Klan Xia, terdengar sebuah teriakan. Seorang dengan tubuh tinggi berlari ke arah Xiao Che. Orang ini belum begitu tua, tapi tubuhnya mencapai lebih kurang dua meter. Tubuhnya sekuat kerbau dan tanah bergetar saat dia mendekat. Begitu Xiao Che melihat ini, dia menelan ludah dan berucap dengan mata membesar, “Yuanba! Aku tak melihatmu hanya selama sebulan! Bagaimana bisa kau bisa menjadi setinggi ini?”

Orang ini ... lebih tepat disebut dengan pemuda adalah adik Xia Qingyue, Xia Yuanba. Umurnya tahun ini adalah lima belas... benar dia baru berumur lima belas tahun! Tetapi, jika kaumelihat tubuhnya, tak ada yang menyangka bahwa dia baru saja memasuki umur lima belas. Tinggi dua meter ... Xiao Che yang di atas kuda sekalipun sama tinggi dengannya. Beratnya mencapai 175 kg. Angka ini dibilang besar bukan karena Yuanba gemuk, tapi lebih karena otot-otonya yang kuat dan besar. Ototnya tampak besar, menunjukkan pula tenaga yang besar. Tenaga dalamnya hanya rata-rata, tingkat empat Tenaga Alam Rendah, tapi tenaga luarnya sangat sulit diukur. Dia mampu bertarung dengan mereka yang mencapai tingkat enam Tenaga Alam Rendah.

Yuanba dan Xiao Che adalah teman dekat – satu-satunya teman yang dia miliki. Sejak kecil, Yuanba selalu memanggil Xiao Che dengan bang ipar dan mereka sering bermain bersama. Sebelum berumur delapan tahun, Yuanba berkulit hitam dan kurus. Dia sering ditindas, namun setelah mencapai umur delapan, seolah dia salah makan dan tumbuh dengan pesat. Tinggi, berat, dan nafsu makannya meningkat tajam yang juga meningkatkan tenaga luarnya. Sekarang, di umur lima belas, wajahnya belum terlihat dewasa, masih kekanakan, tapi ukuran tubuhnya ... melebihi dari perkiraan.

Setelah mendengar ucapan Xiao Che, Yuanba hanya garuk-garuk kepala karena malu.

“Ini ... aku sendiri tak paham. Ayah sudah menyuruh untuk mengurangi makan, tapi menjadi kelaparan jauh lebih buruk daripada dibunuh.”

Xiao Che tak mampu berkata apa-apa terhadap nafsu makan Yuanba yang besar. Untungnya, dia lahir di Klan Xia, kalau tidak, di kalangan keluarga biasa akan menyebabkan kekayaan mereka terkuras.

“He he, Bang Ipar, hari ini kau akhirnya menjadi bang iparku,” senyum Yuanba sangat jujur, karena memang dia menantikan hari ini. Dalam pikirannya, dengan istri sekuat itu, tak akan ada yang berani memandang remeh. “Lekas dan masuklah, kakakku sudah siap,” dia menepuk kening, “oh, aku akan membukakan gerbang.”

Setelah itu, Yuanba berbalik ke arah gerbang Klan Xia dan berlari.

Perhelatan sampai di gerbang masuk Klan Cia. Di gerbang, Xiao Che melihat Xia Honyi tersenyum. Dia segera turun dari kuda dan berdiri di depan Hongyi, dan menyampaikan penghormatan, “Paman Xia.”

“Ha ha, kaumasih saja memanggilku paman?” Hongyi tertawa. Tubuhnya tidak begitu tinggi, terlihat seperti lelaki paruh baya dengan tubuh yang agak berat. Walau orang yang melihatnya akan berpikiran “sederhana dan jujur”, tak ada satu pun mereka yang di Kota Awan Apung berani memandang remah.

Mata Xiao Che bersinar dan menjawab dengan sopan, “Ayah Mertua.”

Dia selalu menghormati Hongyi karena Hongyi adalah saudara angkat ayahnya. Sejak kecil, dia selalu mendapatkan pandangan cemooh dari orang lain, hanya Hongyi yang tetap sungguh-sungguh perhatian padanya. Walau dia terlahir dengan pembuluh yang cacat, Hongyi tak pernah melanggar perjanjian terhadap ayahnya; perjanjian untuk menikahkan Qingyue pada Xiao Che.

“Ha ha, bagus!” Hongyi mengangguk. Dia mengulurkan tangan dan menyentuh bahu Xiao Che. “Che’er, mulai hari ini, aku akan menyerahkan Xiao Che padamu. Walau kau bukanlah seorang yang besar, kau adalah putra Xia Ying, sehingga aku akan merasa tenang untuk menyerahkan putriku. Ayahmu adalah orang yang hebat. Menjadi saudara angkatnya adalah sesuatu yang tak pernah aku sesali selama hidup, karena dia adalah orang yang penuh semangat dan jujur. Kau adalah putra Xiao Ying. Walaupun pembuluhmu rusak, aku yakin di masa mendatang kau akan menjadi orang yang luar biasa,” ucap Hongyi panjang lebar. “Perlakukan putriku dengan baik. Bagi mereka yang hanya bisa menggerutu tak karuan, tak perlu ditanggapi.”

Mata Xiao Che memancarkan bara amarah. Dia mengangguk dengan pelan dan dalam.

“Ayah Mertua, jangan khawatir. Walau banyak orang yang memandang hina untuk sekarang, saat pembuluh darah saya pulih, naga tidur akan bangun dan keluar dari sarangnya. Saya akan membuat mereka yang menganggap bahwa Klan Xia mengambil menantu seorang yang tak akan berguna dengan senang hati akan menutup mulut.”

Hongyi terkejut mendengar ucapan Xiao Che. Dia sangat paham bahwa sebelumnya Xiao Che adalah orang dengan pikiran lemah, mental lembek, dan selalu merasa lebih rendah dari yang lain. Wajah Xiao Che tak terlihat gentar sedikit pun, mata tajam dan tenang. Hal ini membuat Hongyi melihat Xiao Che dengan pandangan baru. Sangat berbeda dari yang dikenalnya.

“Bagus!” Hongyi mengangguk dan menepuk bahu Xiao Che, “aku tahu bahwa putra Xiao Ying bukanlah seperti orang kebanyakan. Aku akan menunggu hari saat naga ini muncul ke permukaan. Baiklah, Qingyue sudah menunggumu; masuklah.”

  14 komentar:

  1. Gan taruh di indozone.net pada ngumpul di sana semua yang lain.... Cemungut

    BalasHapus
  2. Gan taruh di indozone.net pada ngumpul di sana semua yang lain.... Cemungut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga deh, bro. Ane di sini aja. Di situ pembaca harus daftar dulu untuk bisa baca. Ditambah, di sana update-annya pada kilat semua. Ane mah, sekali seminggu aja syukur. He he he.

      Hapus
  3. Bnyak yang pake google translate disana, puyeng aku bacanya hahaha

    BalasHapus
  4. Bnyak yang pake google translate disana, puyeng aku bacanya hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya iya, bro, setelah ane perhatiin. Sangat disayangkan memang, walau terjemahan ane juga ga bagus-bagus amat. Ha ha ha.

      Hapus
    2. iya jangan pakai google translte, atau digoogle translate dulu baru di revisi yang kurang atau tidak tepat. mungkin metode ini bisa juga dipakai.

      Hapus
  5. Bilo nan baru tibo pandeka???? ambo mananti kaba ko. tarimo kasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. sadang OTW, sob. sadang proses. samo-samo.

      Hapus
  6. Balasan
    1. oke makasih banyak min. jangan lupa zhan long juga kalo sempet di up hehe :D

      Hapus

Berikan tanggapanmu!

Kesulitan Membaca di Blog Ini?

Bagi kamu yang kesulitan membaca dengan format yang sekarang dan ingin mengubahnya atau mau lebih nyaman lagi, bisa klik alamat ini untuk tahu caranya.

Ingin Gabung?

Jika ada yang ingin bergabung sebagai penerjemah atau penyunting, baik itu untuk proyek yang ada atau pun proyek milik sendiri/baru, silakan hubungi kami.

Populer Seminggu Ini

Diubah oleh Pandeka Api. Diberdayakan oleh Blogger.